Gara-Gara Sengketa Tanah, Sungai selamat dalam Kuburaya Sempat Menegang

oleh -173 views
Foto Warga Saat Dialog
Foto Warga Saat Dialog

Laporan Wartawan Turdasukses.com, Sipay

TURDASUKSES.COM, KUBURAYA – Persoalan kepemilikan tanah adalah kasus yang acap berulang di negeri ini. Terkadang penyelesaiannya bisa dengan dialog. Namun tak jarang, ada yang justru berakhir dengan anarkis.

Buktinya, baru-baru ini terjadi di kawasan Kuburaya, Kalimantan Barat. Sejumlah massa memasang spanduk tanda sebagai pemilik lahan di daerah Jalan sungai selamat dalam wajok hulu, Kuburaya. Alasannya, kasus sengketa tanah milik warga setempat yakni, pak hidayah, sudah dijadikan areal bagian gudang.

Kesal dengan sikap orang yang sampai tujuh kali berganti yang tak menanggapi tuntutan ganti rugi, massa memilih menyelesaikan masalah secara musyawarah dengan mengendalikan amarah. Menurut pak hidayah, sebenarnya persoalan itu lantaran lahan tanah SKT sudah dikeluarkan RT setempat sekitar 8 tahun lalu seluas 4 hektar untuk 14 orang.

Selama ini, areal itu digunakan warga setempat sebagai lahan berkebun. Kemarahan ternyata acap dijadikan pilihan terakhir buat mengatasi masalah. Persoalan berawal dari warga yang melihat ada yang memasang spanduk mengaku pemilik tanah.

warga lain mengaku sebagai Pemilik tanah juga memilik sertifikat, kemudian menuntut tanahnya yang dijual dikembalikan. Konflik antar warga kemudian meruncing dengan melibatkan massa dari dua kubu hingga bubar saat kedatangan Pers Media Turda.

Tentang Penulis: turdadmin

Gambar Gravatar
Perkenalkan kami adalah pengelola website www.turdasukses.com sebuah situs berita dan informasi online seputar Kota Pontianak,media online independen yang update setiap hari serta telah dipantau oleh ribuan pengunjung setiap harinya.Pengunjung website ini adalah mayoritas warga Kalimantan Barat yang dapat mengakses Internet ditambah dengan warga seluruh Indonesia bahkan seluruh dunia yang akan dapat mengakses website. Hal ini sesuai dengan kenyataan bahwa akses internet adalah global dan tanpa batas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *