Memukul dengan Tangan Kosong, Termasuk Penganiayaan Ringan atau Berat?

oleh -237 views

TURDASUKSES.COM-Mengenai penganiayaan ringan dapat dilihat pengaturannya dalam Pasal 352 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (“KUHP”), sedangkan penganiayaan berat dalam Pasal 354 KUHP:
Pasal 352 KUHP:
(1) Kecuali yang tersebut dalam pasal 353 dan 356, maka penganiayaan yang tidak menimbulkan penyakit atau halangan untuk menjalankan pekerjaan jabatan atau pencarian, diancam, sebagai penganiayaan ringan, dengan pidana penjara paling lama tiga bulan atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah.

Pidana dapat ditambah sepertiga bagi orang yang melakukan kejahatan itu terhadap orang yang bekerja padanya, atau menjadi bawahannya.

(2) Percobaan untuk melakukan kejahatan ini tidak dipidana.

Pasal 354 KUHP:
(1) Barang siapa sengaja melukai berat orang lain, diancam karena melakukan penganiayaan berat dengan pidana penjara paling lama delapan tahun.

(2) Jika perbuatan itu mengakibatkan kematian. yang bersalah diancam dengan pidana penjara paling lama sepuluh tahun.

R. Soesilo dalam bukunya Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) Serta Komentar-Komentarnya Lengkap Pasal Demi Pasal (hal. 246) mengatakan bahwa peristiwa pidana dalam Pasal 352 KUHP disebut “penganiayaan ringan” dan termasuk “kejahatan ringan”. Yang termasuk dalam Pasal 352 ini adalah penganiayaan yang tidak:

1. Menjadikan sakit (“ziek” bukan “pijn”) atau
2. Terhalang untuk melakukan jabatan atau pekerjaannya sehari-hari.

Lebih lanjut R. Soesilo memberikan contoh misalnya A menempeleng B tiga kali di kepalanya, B merasa sakit (pijn), tetapi tidak jatuh sakit (ziek) dan masih bisa melakukan pekerjaannya sehari-hari, maka A berbuat “penganiayaan ringan”.
Umpamanya lagi: A melukai kecil jari kelingking kiri B (seorang pemain biola orkes), hingga jari kelingking B dibalut dan terpaksa terhalang untuk main biola (pekerjaannya sehari-hari), maka meskipun luka itu kecil, tetapi penganiayaan ini bukan penganiayaan ringan, karena B terhalang dalam pekerjaannya.
Sedangkan mengenai penganiayaan berat dalam Pasal 354 KUHP, R. Soesilo menjelaskan bahwa supaya dapat dikenakan pasal ini, maka niat si pembuat harus ditujukan pada “melukai berat”, artinya “luka berat” harus dimaksud oleh si pembuat. Apabila tidak dimaksud dan luka berat itu hanya merupakan akibat saja, maka perbuatan itu masuk “penganiayaan biasa yang berakibat luka berat” (Pasal 351 ayat (2) KUHP).

Berdasarkan ketentuan di atas, dapat dilihat yang lebih ditekankan adalah apakah penganiayaan tersebut mengakibatkan rasa sakit yang membuat si korban tidak dapat melakukan pekerjaannya atau tidak.

Jika penganiayaan tersebut mengakibatkan korban tidak dapat melakukan pekerjaannya karena sakit (pijn/pain) yang dialami, tetapi tidak sampai mengakibatkan luka berat atau tidak dimaksudkan untuk mengakibatkan luka berat, maka penganiayaan tersebut dapat dipidana dengan Pasal 351 ayat (1) KUHP:

(1) Penganiayaan diancam dengan pidana penjara paling lama dua tahun delapan bulan atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah.
(2) Jika perbuatan mengakibatkan luka-luka berat, yang bersalah diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun.
(3) Jika mengakibatkan mati, diancam dengan pidana penjara paling lama tujuh tahun.
(4) Dengan penganiayaan disamakan sengaja merusak kesehatan.
(5) Percobaan untuk melakukan kejahatan ini tidak dipidana.

Mengenai penganiayaan dalam Pasal 351 KUHP, R. Soesilo dalam bukunya Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) Serta Komentar-Komentarnya Lengkap Pasal Demi Pasal, mengatakan bahwa undang-undang tidak memberi ketentuan apakah yang diartikan dengan “penganiayaan” itu. Menurut yurisprudensi, “penganiayaan” yaitu sengaja menyebabkan perasaan tidak enak (penderitaan), rasa sakit, atau luka. Menurut alinea 4 pasal ini, masuk pula dalam pengertian penganiayaan ialah “sengaja merusak kesehatan orang”.

R. Soesilo dalam buku tersebut juga memberikan contoh dengan apa yang dimaksud dengan “perasaan tidak enak”, “rasa sakit”, “luka”, dan “merusak kesehatan”:
1. “perasaan tidak enak” misalnya mendorong orang terjun ke kali sehingga basah, menyuruh orang berdiri di terik matahari, dan sebagainya.
2. “rasa sakit” misalnya menyubit, mendupak, memukul, menempeleng, dan sebagainya.
3. “luka” misalnya mengiris, memotong, menusuk dengan pisau dan lain-lain.
4. “merusak kesehatan” misalnya orang sedang tidur, dan berkeringat, dibuka jendela kamarnya, sehingga orang itu masuk angin.

Pada praktiknya, penggunaan Pasal 351 ayat (1) dan Pasal 352 ayat (1) KUHP bergantung pada keputusan hakim. Dalam Putusan Pengadilan Negeri Sumenep Nomor 187/Pid.B/2013/PN.Smp dapat kita lihat bahwa yang digunakan adalah Pasal 351 ayat (1) KUHP. Dalam putusan ini terdakwa terbukti melakukan penganiayaan dengan cara memukul korban pada bagian muka dengan tangannya sehingga mengakibatkan gigi depan bawah patah dan bibir bagian bawah bengkak. Atas perbuatannya, terdakwa dihukum pidana penjara selama 4 (empat) bulan.

Sedangkan dalam Putusan Pengadilan Negeri Demak Nomor 96/Pid.B/2012/PN.Dmk, terdakwa menendang kepala korban dengan kaki kanannya mengenai pelipis sebelah kiri dan rahang atas sebelah kiri. Akibat perbuatan terdakwa, gigi ke empat rahang atas kiri korban goyang, saku gusi korban turun, warna gusi merah kehitaman. Walaupun jaksa menuntut atas dasar pelanggaran Pasal 351 ayat (1) KUHP, akan tetapi, hakim memutuskan bahwa perbuatan terdakwa melanggar Pasal 352 ayat (1) KUHP. Hakim menjatuhkan pidana penjara selama 2 (dua) bulan kepada terdakwa.

Dasar Hukum:
Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.
Referensi:
R. Soesilo. 1991. Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) Serta Komentar-Komentarnya Lengkap Pasal Demi Pasal. Politeia.
Putusan:
1. Putusan Pengadilan Negeri Sumenep Nomor 187/Pid.B/2013/PN.Smp;
2. Putusan Pengadilan Negeri Demak Nomor 96/Pid.B/2012/PN.Dmk.

SUMBER: https://m.hukumonline.com/klinik/detail/lt5428dd5e1e339/memukul-dengan-tangan-kosong,-termasuk-penganiayaan-ringan-atau-berat/

Tentang Penulis: turdadmin

Gambar Gravatar
Perkenalkan kami adalah pengelola website www.turdasukses.com sebuah situs berita dan informasi online seputar Kota Pontianak,media online independen yang update setiap hari serta telah dipantau oleh ribuan pengunjung setiap harinya.Pengunjung website ini adalah mayoritas warga Kalimantan Barat yang dapat mengakses Internet ditambah dengan warga seluruh Indonesia bahkan seluruh dunia yang akan dapat mengakses website. Hal ini sesuai dengan kenyataan bahwa akses internet adalah global dan tanpa batas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *